Powered By Blogger

Sabtu, 19 Februari 2011

Apa yang Diketahui Tentang Psikologi Sosial ??


Posting ini hanya untuk sharing aja. Sebenarnya apa sih yang kita pelajari dalam psikologi sosial. Dan ternyata banyak  hal menarik yang bisa kita dapatkan dari ilmu psikologi yang satu ini. Well, smoga bermanfaat ^_^


1.  Pengertian Umum
   Menurut Davis O. Sears, psikologi sosial adalah usaha sistematis untuk memahami perilaku sosial, yakni :
      - Bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi sosial
      - Bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita
      - Bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi sosial
       Menurut Gordon Allport (1985), psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara nyata/aktual, dalam bayangan/imajinasi dan dalam kehadiran yang tidak langsung (implied).

Selasa, 01 Februari 2011

fenomena halo matahari di Yogyakarta (4 Januari 2011)

Walaupun sudah agak basi, tapi aku tetap tak mau ketinggalan untuk memamerkan beberapa foto yang diambil dari lantai 4 gedung kampusku ..

selamat menyaksikan ..

 

Senin, 31 Januari 2011

Gangguan Makan


  

Anorexia Nervosa Vs Bulimia Nervosa


     Dewasa ini, banyak wanita yang menganggap bahwa cantik identik dengan tubuh yang ramping/ langsing. Oleh karena itu, banyak wanita yang melakukan berbagai usaha untuk menjaga tubuh mereka agar tetap langsing. Salah satu caranya adalah dengan menjaga pola makan mereka atau yang biasa kita sebut dengan diet. berikut ini akan dipaparkan dua macam gangguan makan (eating disorder) tersebut.


1. Anorexia Nervosa
    Beberapa karakteristik gejala dari penderita anorexia nervosa menurut DSM-III:
    - ketakutan yang besar akan kenaikan berat badan atau menjadi gemuk, bahkan meskipun berat badannya
    kurang (underweight)
    - menolak memelihara berat badan normal
    - gangguan dalam memandang berat, ukuran, dan bentuk badan
    - pada wanita, sedikitnya tidak mendapat menstruasi selama tiga periode

Kamis, 13 Januari 2011

all about SORONG

hey hey back to me again ..hehe
kali ini aku bakal memperkenalkan sebuah kota yang sangat bersejarah dalam hidupku .. (ceeeileh gayanya)
mau tau kota apa??
yup that's right .. Sorong city ..
oww,, I LOVE this city .. very very much !!haha lebay
yaa pastinya lah, setiap orang pasti begitu membanggakan kota kelahirannya serta daerah di mana dia berasal. begitu pula denganku .. 
walaupun saat ini aku tidak lagi berada di sana, namun dengan menulis semua hal yang berkaitan dengan kota itu di halaman ini, aku merasa seperti sedang duduk di pinggir "tembok berlin" (sebuah tempat tongkrongan anak-anak muda di daerah Sorong, letaknya di pinggir laut) menikmati malam yang indah sambil menyantap buah kesukaanku (apalagi coba kalo bukan durian !!) .... Rasanya 'maknyus tenan' (kata pak Bondan)
Huwaaaaaaaaa jadi bener-bener pengen pulang kampung neee ... :((

okee sekian dulu basa-basinya ..
jadi pengen nangis neeh nulis kayak gini ..hiks hiks :(
hahay ga lebay kok, ini pengakuan jujur dari lubuk hatiku yang terdalam .......
berikut penuturan selengkapnya mengenai kota kelahiranku ^.^

Sabtu, 18 Desember 2010

GANGGUAN KEPRIBADIAN


aku kuliah di jurusan psikologi. oleh karena itu, aku ingin berbagi mengenai tipe2 gangguan kepribadian sama kalian semua. mungkin saja, ada satu atau dua gejala yang pernah kalian rasakan dalam kehidupan sehari-hari. sehingga hal tersebut bisa dideteksi sejak awal agar tidak semakin parah di kemudian hari.

okee .. selamat menyimak .. ^_^

A.      Pengertian
Gangguan kepribadian adalah suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecenderungan perilaku dari seseorang, biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan pribadi dan sosial.

B.      Jenis Gangguan Kepribadian

a.       Gangguan kepribadian paranoid 
Rasa ketidakpercayaan dengan siapa-siapa dan penuh dengan kecurigaan, selalu negative thinking terhadap orang lain, sering menyalahartikan orang lain, serta sensitif.
Ciri-ciri: kepekaan berlebihan terhadap penolakan, kecenderungan untuk menyimpan dendam , serta kecurigaan berulang-ulang tanpa dasar yang jelas.
Penyebab: muncul pada orang-orang yang riwayat keluarganya memiliki penyakit schizofrenia, masalah genetik pun masih mempengaruhi adanya gangguan kepribadian ini.
Terapi: gangguan kepribadian ini dapat diterapi dengan konsultasi atau terapi kognitif yang dilakukan secara intensif.
paranoid

b.      Gangguan kepribadian schizoid
Adalah perasaan tidak nyaman dalam hubungan interpersonal. Gangguan ini hampir sama dengan paranoid, hanya saja perilaku schizoid lebih kepada rasa tidak nyaman jika harus berkomunikasi secara intens dengan orang lain. Hal ini diakibatkan karena individu pernah mengalami penolakan dari keluarganya.
Ciri-ciri: tidak mempunyai teman dekat, hampir selalu beraktivitas sendirian, sangat tidak sensitif dengan aturan atau norma yang berlaku, kurang mampu untuk mengekspresikan kehangatan (kurang bersahabat), tidak peduli dengan pujian serta lingkungan sekitarnya, kurang tertarik mengalami pengalaman seks dengan orang lain, dan emosi dingin.
Terapi: cocoknya diterapi dengan terapi kognitif, perilaku, kelompok (tujuannya agar pasien merasa nyaman dengan orang lain), serta dengan pemberian obat-obatan.

c.       Gangguan kepribadian dissosial = antisosial = psikopat
Gangguan kepribadian ini biasanya menjadi perhatian, disebabkan adanya perbedaan yang besar antara perilaku dan norma sosial yang berlaku.
Ciri-ciri: tidak peduli dengan perasaan orang lain, tidak bertanggung jawab dengan peraturan, tidak bisa mengalami rasa bersalah dan mengambil hikmah dari pengalaman, sering menyalahkan orang lain, mudah frustasi dan agresif, serta tidak mampu mempertahankan hubungan agar berlangsung lama.
Penyebab: akibat pengalaman masa lalu, yaitu pernah mengalami kekerasan dari keluarga. Ada pula faktor neurobiologinya yaitu, saat pasien dilahirkan, berat badan bayi di bawah normal, terjadi kerusakan otak saat dilahirkan, atau pernah sakit parah dalam jangka waktu yang lama (bed rest).
Treatment: tidak dibutuhkan obat khusus, biasanya pasien hanya diberikan obat penenang.

d.      Gangguan kepribadian emosional tak stabil
Suatu gangguan dimana individu cenderung tidak memperhatikan akibatnya saat bertindak atau melakukan sesuatu.
Ada dua tipe:
- tipe impulsif à suka meledak-ledak, jika menginginkan sesuatu maka harus segera dipenuhi dan terkadang disertai dengan kekerasan atau ancaman.
- tipe ambang à kurang mampu untuk mengendalikan emosinya, serba tidak jelas, suka menyakiti diri sendiri (puas dengan usaha-usahanya untuk menyakiti dirinya sendiri)
Terapi: skematerapi, psikoanalitik terapi (melupakan masa lalu), atau dengan terapi kognitif.

e.      Gangguan kepribadian histrionik = narcisistik
Gangguan dimana seseorang suka membesar-besarkan sesuatu atau yang saat ini biasa disebut dengan lebay.
Ciri-ciri: keinginan berlebihan untuk mendapatkan pujian, jika menginginkan sesuatu harus segera dipenuhi (contoh: membuat sandiwara yang dibesar-besarkan agar bisa mendapatkan apa yang dia mau), mudah dipengaruhi orang lain, keadaan efektif dangkal dan labil, serta tidak peduli dengan daya tarik fisik.
Wanita à berperilaku sesuka hatinya, childish (kekanak-kanakan)
Pria à krisis identitas, tidak mampu bersikap dewasa, ketika mempunyai masalah mereka cenderung tidak logis.
Terapi: terapi kognitif (mengubah penyimpangan berpikir)

f.        Gangguan kepribadian anankastik
Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri: perasaan ragu-ragu dan hati-hati yang berlebihan, lebih perfeksionis dalam melakukan sesuatu, tidak fleksibel, suka membuat daftar kegiatannya sendiri, ketelitian yang berlebihan, kaku dan keras kepala, serta suka memaksa orang lain untuk bisa seperti dia.

g.       Gangguan kepribadian cemas (menghindar)
Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri: rasa tidak percaya diri, menghindari interaksi sosial, enggan untuk menampilkan diri di depan umum (beda dengan sifat pemalu, kalo pemalu individu masih memiliki interaksi dengan orang lain), merasa tegang dan takut secara menetap, merasa dirinya tidak mampu, serta pembatasan gaya hidup dgn alasan keamanan fisik.
Terapi: behavioral, kognitif, atau kelompok.
Penyebab: ada penolakan dari orang tua saat masa anak-anak, suka dicela atau diejek (sehingga menimbulkan perasaan tegang, merasa tdk menarik/ lebih rendah dari orang lain/ tdk mau untuk bergabung atau terlibat dgn orang lain)

h.      Gangguan kepribadian dependen
Gangguan kepribadian dengan ciri-ciri: mendorong orang lain untuk mengambil keputusan  atas dirinya, rasa tidak berdaya jika sendirian, merasa tergantung dengan orang lain sampai-sampai kehidupannya diatur oleh orang lain, tidak dapat melakukan sesuatu sendirian, merasa takut bila ditinggal oleh orang yang dekat dengannya, serta keengganan untuk mengajukan permintaan yang layak kepada orang dimana tempat ia bergantung.
Terapi: kelompok, terapi kognitif behavioral à membangkitkan kepercayaan pasien bahwa ia sebenarnya mampu melakukan sesuatu sendirian tanpa bantuan dari orang lain.

narsistik


Delapan gangguan kepribadian yang telah disebutkan di atas sebagian besar dikutip dari PPDGJ-III. Padahal masih ada beberapa jenis gangguan kepribadian lagi, yang ternyata terdapat dalam buku panduan DSM, tetapi tidak terdapat dalam PPDGJ-III. Berikut penjelasan jenis2 gangguan kepribadian tambahan tersebut.
1.       Gangguan kepribadian narcisistik à menyukai diri sendiri, ingin menjadi pusat perhatian, serta cemburu bila seseorang lebih memperhatikan orang lain dibanding dirinya.
2.       Gangguan kepribadian pasif-agresif à ada keinginan menyerang/ agresif tetapi dipendam dan tidak berani diekspresikan, cenderung diam, menghindar sebenarnya tidak suka, serta ada dendam yang terpendam.
3.       Gangguan kepribadian skizotipal à aneh, eksentrik, pikiran magis mistik (biasanya mengantarai schizofrenia). Contoh: orang yang tidak bisa berekspresi (ekspresi tetap datar walaupun lagi senang atau susah)