Powered By Blogger

Selasa, 06 Desember 2011

Reviu Film "My Name is Khan"




1.      Ringkasan film
Film My Name is Khan (MNK) ini bercerita tentang seorang pemuda bernama Rizwan Khan. Ia adalah seorang muslim yang berasal dari India dan menderita semacam gejala autisme bernama Sindrom Asperger (Asperger Syndrome). Di mana orang yang menderita sindrom ini memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, takut dengan segala hal yang berwarna kuning, takut tempat baru, wajah baru, dan bunyi atau suara yang keras. Sejak kecil ia sering ditinggal oleh Ayahnya di rongsokan yang dekat dengan bengkel tempat Ayahnya bekerja. Sejak saat itu pula, Rizwan memiliki kemampuan dalam memperbaiki segala hal atau barang yang rusak.
Ketika ia dewasa, ia kemudian pindah ke San Fransisco dan tinggal bersama dengan adik juga istri dari adiknya. Setelah pindah ke sana, ia jatuh cinta kepada seorang wanita bernama Mandira. Ibunya adalah seorang penjahit. Kata-kata Ibunya yang selalu diingat oleh Rizwan adalah semua manusia di dunia ini sama, di dunia ini pula hanya ada dua jenis orang, yaitu orang baik dan orang buruk. Itulah satu-satunya perbedaan di antara manusia. Di sekolah ia selalu dijahati oleh teman-temannya. Semenjak Ibunya membawanya kepada seorang Bapak bernama Vadia, Rizwan tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas. Banyak warga penduduk berdatangan untuk meminta Rizwan memperbaiki barang-barang yang rusak. Ibunya lebih memperhatikannya dibandingkan Zakir, adiknya. Oleh karena itu, adiknya merasa cemburu dan marah kepada Rizwan.
Ketika Zakir berusia 18 tahun, ia pergi ke Amerika karena mendapat beasiswa dari Universitas Michigan. Rizwan telah beranjak dewasa, adiknya pun telah bekerja di luar negeri. Tak lama kemudian, Ibunya meninggal. Sebelum meninggal, Ibunya mengatakan bahwa Rizwan juga akan hidup bahagia seperti adiknya, Zakir. Sepeninggal Ibunya, Rizwan pun pergi ke Amerika dan tinggal bersama adik serta iparnya, Hasena. Hasena adalah seorang wanita muslim, ia mengajar di sebuah universitas di San Fransisco jurusan Psikologi. Belakangan ia tahu bahwa Rizwan mengidap penyakit Syndrome Asperger, maka ia mencoba membuat Rizwan dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru dengan cara merekam setiap tempat yang dilalui oleh Rizwan menggunakan handycam.
Zakir mengajak Rizwan untuk bekerja sebagai sales produk kecantikan di perusahaan tempat ia bekerja. Ketika Rizwan mencoba untuk menawarkan produk tersebut ke beberapa salon, ia bertemu dan jatuh cinta dengan seorang wanita Hindu asal India bernama Mandira yang juga memiliki sebuah salon. Mandira adalah seorang janda dan memiliki satu anak. Akhirnya mereka pun menikah. Beberapa waktu kemudian setelah mereka menikah, terjadilah peristiwa 11 September 2001. Banyak korban berjatuhan akibat peristiwa itu. Peristiwa ini sangat berdampak besar buat kehidupan Amerika. Tragedi ini membuat jurang pemisah antara orang Amerika dengan imigran asal Asia dan Timur Tengah yang beragama islam menjadi semakin lebar. Sebuah peristiwa memilukan kemudian terjadi dalam keluarga kecil Rizwan dimana mereka harus kehilangan Sam yang dibunuh secara sadis oleh teman sekolahnya karena isu rasial. Mandira marah kepada Rizwan dan menganggap bahwa penyebab terbunuhnya Sam adalah karena ia memiliki seorang Ayah tiri beragama islam. Mandira yang terpukul lalu mengusir Rizwan. Mandira mengultimatum Rizwan untuk tidak boleh kembali sebelum dia memberitahu Presiden Amerika Serikat bahwa dirinya bernama Khan dan bukan teroris. Oleh karena itu, Rizwan memutuskan untuk pergi menemui Presiden dan ingin menunjukkan kepada semua orang terutama Mandira bahwa Islam itu bukan agama teroris.

2.      Analisis Film
Film ini dibintangi oleh sosok pria muslim asal India yang menderita Asperger Syndrome bernama Rizwan Khan. Sindrom asperger merupakan sebuah gejala autisme dimana para penderitanya mengalami kesulitan dalam berinteraksi atau berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Uniknya penderita sindrom ini memiliki IQ yang relatif tinggi sehingga dianggap cerdas walau terkadang minim emosi layaknya manusia normal. Bersama sang ibu yang janda (Zarina Wahab), Rizwan tinggal bersama adiknya Zakir Khan (Jimmy Shergill) di wilayah kumuh Borivali-Mumbai.
Konflik yang terjadi dalam film ini bermula saat terjadinya peristiwa penyerangan gedung kembar WTC pada 11 September 2001 silam. Sejak saat itu, jarak antara orang Amerika yang non-muslim dengan orang-orang muslim pendatang menjadi semakin lebar. Hal tersebut lalu membulatkan tekad Rizwan Khan untuk bisa mengembalikan nama baik islam lagi di mata dunia. Ia memulai petualangannya melintasi berbagai negara bagian Amerika Serikat demi bertemu dengan calon Presiden Barrack Obama yang sedang berkampanye keliling Amerika. Tekadnya hanya satu, memberitahu Presiden Amerika Serikat terpilih bahwa namanya adalah Khan dan dia bukan teroris.Ia ingin mengatakan kepada presiden bahwa agama islam itu bukan agama teroris yang selama ini dituduhkan oleh orang-orang Amerika semenjak kejadian WTC 11 September.
Film ini kurang lebih mengisahkan tentang konflik dalam hubungan antar agama. Di mana terjadi pemboman gedung WTC yang diduga dilakukan oleh teroris. Islam merupakan suatu agam yang selama ini identik dengan teroris. Sehingga semenjak kejadian ini, agama islam selalu dikecam di negara Amerika karena disebutkan sebagai penyebab atas tragedi 9 September silam. Hal ini juga menyebabkan semakin memburuknya citra islam di mata internasional. Rizwan Khan sebagai penganut islam yang taat sudah cukup mendapat halangan ketika ingin menikahi Mandira yang beragama, sekarang ia harus pula menelan kenyataan pahit dikucilkan oleh lingkungan di sekitarnya karena agama yang dianutnya diduga sebagai agama teoris.
Film ini juga berusaha keras mengubah paradigma masyarakat global yang selama ini menganggap bahwa Islam merupakan agama teroris. Film ini berhasil menggambarkan sisi Islam yang tidak diketahui banyak orang dari belahan dunia lain, terutama Barat yaitu Islam merupakan agama cinta kedamaian dan menghargai perbedaan.
Banyak nilai-nilai dan pelajaran yang dapat dipetik dari film ini. Dari segi akidah, film ini menunjukkan sosok muslim India yang sangat taat menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Di manapun Rizwan berada dan dalam kondisi seperti apapun, ia tetap bertahan pada akidahnya dan menjalankan kewajibannya untuk beribadah. Hal itulah yang betul-betul mencerminkan seorang penganut agama islam yang baik. Dari sini kita dapat mengambil contoh bahwa seharusnya umat islam dapat bersikap demikian dalam menjalankan ibadah, walaupun dalam situasi apapun. Kemudian dilihat dari segi kesetiaan, Rizwan begitu setia mendampingi istrinya dengan segala keterbatasannya. Hal ini dapat dilihat ketika Rizwan mengantar istrinya untuk melamar kerja ketika salon yang mereka miliki tidak lagi dapat menghidupi kebutuhannya semenjak peristiwa WTC.
Kemudian keteguhan hati dari Rizwan juga patut kita acungi jempol. Ia berusaha dan berjuang keras untuk memegang kata-katanya yang akan membuktikan kepada dunia bahwa islam bukan agama teroris. Lalu ada pula nilai pembuktian, pembuktian kepada para keluarga korban yang mengembangkan opini bahwa yang harus bertanggungjawab atas peristiwa 9 September itu adalah orang Islam, sehingga dari sinilah mereka memberi label islam sebagai agama teroris. Namun di dalam film ini terbukti bahwa semua itu merupakan dugaan yang salah.
Selain itu ada pula nilai toleransi beragama. Hal ini dapat terlihat saat Rizwan Khan ikut bernyanyi bersama-sama di dalam gereja. Atau pada saat Rizwan tengah menjalankan sholat sedangkan istrinya menjalankan ritual keagamaan sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Semua ini memperlihatkan bahwa kita semua antar umat beragama sebenarnya dapat hidup rukun dan berdampingan satu sama lain, hanya saja diperlukan rasa toleransi yang kuat di dalam diri kita. Seperti yang dikatakan oleh Ibu Rizwan bahwa semua manusia di dunia ini sama, yang membedakan hanyalah akan tumbuh menjadi apa seseorang itu?apakah akan tumbuh menjadi pribadi yang baik atau pribadi yang buruk? Sehingga kita seharusnya tidak membeda-bedakan agama karena pada hakikatnya kita semua sama di mata Tuhan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feedback please ...