Pada Sabtu, 11 Juni 2011 kemarin, kami rombongan Jafaners (sebutan para pecinta JAFANA) mengunjungi salah satu objek wisata merapi di Magelang. Ada yang tau?? Yaaa, nama objek wisata itu adalah Ketep Pass. Kenapa kita pergi ke sana?? Kunjungan ini dalam rangka untuk melaksanakan agenda rutin organisasi kami, JAFANA, yang bernama JMF alias Jalan2, Makan2, dan Foto2. Keren kan namanya??hahahaha
Ketika diundang untuk mengikuti kegiatan ini oleh sang senior kami, bernama Saudara Mas Arif, aku menyanggupi untuk mengikuti kegiatan ini. Tetapi begitu tahu kalau lokasi yang akan ditempuh untuk menuju Ketep sangat jauh, mengingat kami berangkat ke sana dengan menggunakan motor, maka aku pun mengurungkan niatku. Ada perasaan takut dan khawatir mengendarai motor sendiri. Bukan hanya aku saja yang merasakan, tetapi juga mamaku. You know lah, orang tua jaman sekarang itu juga masih ada yang begini niih, kawatir dengan keselamatan anak. Thank you mom for your attention to me.
Ketika berangkat menuju kampus, aku hanya berniat untuk mengambil jaket JAFANA yang sudah bisa diambil. Tetapi ternyata tidak semudah itu, datang ke kampus, ngambil jaket trus pulang. Para jafaners yang lainnya udah mulai ngompor-ngomporin niih, seakan-akan mempengaruhiku untuk tetap ikut ke Ketep. Dan akhirnya aku pun ikut karena termakan omongan teman-temanku yang mengatakan bahwa Ketep itu keren, indah, pokoknya Subhanallah J deh. Jadi jangan ngelihat susahnya medan tempuh ke lokasinya, tapi begitu sampe sana kita bisa ngelihat bagaimana indahnya pemandangan yang telah diciptakan Allah. Dan ternyata memang benar, begitu tiba di lokasi tak ada kata yang bisa kami ucapkan selain berdzikir kepada Allah dengan melafadzkan tahmid, Subhanallah ...
Perjalanan ke sana cukup berat, beberapa motor yang kami tumpangi ngadat di tengah jalan karena tidak mampu untuk melalui tanjakan. Tetapi Alhamdulillah semua dapat sampai ke puncak dengan selamat.
Akibat view merapi yang kurang bagus ketika kami tiba di puncak, maka ketua rombongan kami memutuskan untuk pergi ke objek wisata Selo di Boyolali. Di sana kami makan dan sholat terlebih dahulu baru mengunjungi kawasan wisatanya. Ternyata di Selo ini ada semacam tulisan besar di atas bukit yang menyerupai tulisan nama kota “HOLLYWOOD” di Amerika, namun bedanya yang di Selo ini tulisannya “NEWSELO”. Hehe, kreatif yaa.
Pemandangan di Selo ini tidak kalah menariknya dengan di Ketep. Meskipun jalannya nanjak banget, tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niat kami para jafaners untuk tidak menyaksikan salah satu tanda kebesaran Allah yang sungguh luar biasa ini.
Karena para jafaners orangnya narsis-narsis, maka hampir tidak ada satu pun tempat yang tidak dijadikan objek untuk berfoto-foto. Hahaha, namanya juga JMF, bukan JMF dong namanya kalo gak ada Foto-fotonya. J
Setelah puas berfoto-foto dengan latar pemandangan kawasan wisata Selo, maka kami pun beranjak kembali ke Ketep. Aku ikut rombongan paling depan. Ada tiga motor dalam rombongan ini. Aku menaiki motorku sendiri, kemudian zahra dan ratih, dan yang ketiga adalah faris dan denes. Kami terpisah dengan rombongan belakang. Akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan asumsi tidak mungkin mereka tersesat, orang jalan menuju Ketep dari Selo tinggal mengikuti jalan besar. Setelah sampai di semacam tempat berteduh, aku dan zahra memesan jagung bakar terlebih dahulu sambil menunggu rombongan kedua datang.
Begitu rombongan kedua itu tiba, kami langsung menuju atas untuk ke Ketep Pass. Lumayan menanjak juga jalannya dan membuat lelah, tapi itu semua terbayarkan dengan pemandangan yang Subhanallah luar biasa, di mana kita dapat melihat langsung pegunungan serta kota magelang dan sekitarnya dari puncak Ketep.
Pada sesi terakhir, kami berkumpul di suatu tempat yang masih termasuk dalam wilayah Ketep. Di sana kami sharing-sharing, mengeluarkan segala keluh kesah yang kami rasakan selama bergabung dalam organisasi JAFANA ini. Banyak hal yang kami dapatkan dari kegiatan ini. Dari yang tidak kenal, sekarang jadi kenal. Dari yang dulunya tidak akrab, sekarang menjadi akrab. Rasa persaudaraan dan kebersamaan itu tumbuh dengan sendirinya tanpa kami sadari selama kegiatan ini berlangsung. Senangnya perjalanan 11 Juni 2011 itu. Aku berharap dapat merasakan momen-momen seperti hari itu lagi. Dan berharap pula dapat terulang kembali sehingga semua rasa yang melekat dalam sanubari kami dapat terus berkembang dan tak akan pernah hilang ditelan masa.
Aku bangga bisa menjadi salah satu bagian dari JAFANA. Semoga tali persaudaraan kita dapat tetap terjalin, meskipun jarak dan waktu akan memisahkan kita pada suatu saat nanti.
Amiin ...
I Love U guys and i love u JAFANA J





aku juga suka perjalanan kemarin put....
BalasHapustapi bibirku jadi kering gara2 anginnnnnnnnn...