Powered By Blogger

Rabu, 30 November 2011

Terapi Sholat





Shalat berasal dari kata kerja shalla yang berarti “memuja” ; jika dikaitkan dengan tindakan Tuhan kata ini berarti “memberkahi”, dan jika dikaitkan dengan tindakan manusia ia berarti “menyembah”. Shalat merupakan upacara atau amalan keagamaan, atau sembahyang yang berbeda dengan permohonan kepada Tuhan secara spontan yang disebut do’a. Ia terdiri dari serangkaian gerakan dan ucapan, dan karenanya ia melebihi sebuah kebaktian, atau suatu tindakan pengabdian biasa daripada istilah “prayer” (do’a) yang ada pada tradisi barat.
Shalat terdiri dari serangkaian gerakan yang diulang-ulang beberapa kali. Setiap rangkaian atau putaran gerakan shalat disebut raka’ah. Untuk melaksanakan shalat, seseorang harus dalam keadaan suci, yang mana hal ini dapat terpenuhi dengan mandi atau setidaknya dengan berwudhu.  Selain itu, sholat juga harus dilaksanakan di tempat yang suci, karenanya tidak diperbolehkan melaksanakan sholat di kamar mandi, makam, di tempat pemotongan hewan dan tempat-tempat kotor lainnya. sholat dilaksanakan dengan menghadap kiblat (arah ka’bah di Mekah) jika arah tersebut dapat diperkirakan, jika arah ke kiblat tidak dapat diperkirakan maka seseorang dapat melaksanakan sholat dengan menghadap arah manapun, seakan-akan ia melakukan sholat di dalam ka’bah.
Sikap atau pikiran yang tenang dan optimis ternyata mampu mempengaruhi proses penyembuhan penyakit lebih cepat, maka alternatif yang dapat kita tempuh untuk menciptakan kondisi yang demikian ini salah satunya adalah shalat yang ikhlas dan khusu’. Dengan shalat yang ikhlas dan khusu’, insya Allah akan mampu mendatangkan pikiran yang optimis dan jiwa yang tenang.
Melalui sholat yang ikhlas dan khusu’, hati seseorang akan bisa dekat dengan Tuhan. Jika hati manusia mendekat pada Tuhan, Sang Penguasa dunia, yang menciptakan penyakit dan obatnya, yang memerintah alam dunia sesuai dengan kehendak-Nya, kata Al-Dzahabi.
Shalat yang membawa perubahan sikap fisik tertentu memiliki 4 manfaat, yaitu spiritual, psikologis, fisik, dan moral. Shalat dapat menyembuhkan penyakit perut, jantung, dan usus. Ada tiga alasan mengapa sholat dapat menyembuhkan penyakit:
a.       Shalat merupakan bentuk ibadah yang diperintahkan oleh Allah
b.      Shalat memiliki manfaat psikologis karena bisa mengalihkan perhatian pikiran dari rasa sakit dengan jalan memperkuat tenaga pengusir rasa sakit. Para dokter mencoba berbagai cara untuk memperkuat kemampuan (alamiah) ini dengan memberi makan sesuatu, atau membayangkan harapan, atau membayangkan ketakutan. Shalat (dengan ikhlas dan khusu’) menghimpun berbagai cara yang bermanfaat ini karena shalat secara serentak menanamkan rasa takut, rasa hina, cinta kepada Allah dan mengingat hari akhir.
c.       Di samping konsentrasi pikiran dalam shalat, terdapat pula latihan fisik dalam sholat. Shalat terdiri dari serangkaian gerak tubuh yang meliputi berdiri tegak, ruku’, sujud, relaksasi dan konsentrasi, serta sebagian besar organ tubuh dalam kondisi relaks.
Menurut Musbikin (2003), aspek-aspek terapiutik dalam shalat meliputi:
1.      Aspek gerak
Shalat merupakan salah satu ibadah yang menuntut gerakan fisik. Dokter Mahmud Ahmad Najib mengatakan bahwa gerakan-gerakan shalat yang dilakukan teratur dan terus-menerus, akan membuat persendian lentur, tidak kaku, tulang menjadi kokoh, serta tulang punggung tidak bengkok. Juga dapat melancarkan peredaran darah yang dapat mencegah kekakuan dan penyumbatan pembuluh darah. Ini akan menghindarkan adanya gangguan peredaran darah ke jantung yang sering mengakibatkan kematian.
a.       Posisi berdiri tegak
Pada waktu sikap yang demikian, seluruh syaraf menjadi satu titik pusat pada otak. Pusat otak bagian atas dan bawah dipadukan membentuk satu kesatuan tujuan. Ketika itu, pikiran dikendalikan oleh akal budi. Tubuh merasa dibebaskan dari beban karena pembagian beban yang sama pada kedua kaki. Pada waktu berdiri, kedua kaki tegak berdiri, sehingga telapak kaki pada posisi akupuntur yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
b.      Posisi tangan sedekap
Menurut Saboe, posisi ini merupakan posisi yang membawa ketenangan. Karena posisi seperti itu, sendi siku tangan dan otot kedua tangan dapat rileks dan istirahat penuh dan bisa menghindarkan rasa lelah sekaligus memudahkan relaksasi. Posisi tersebut akan bermanfaat bagi sirkulasi darah, terutama aliran darah kembali ke jantung serta produksi getah bening dan jaringan yang terkumpul dalam kantong-kantong kedua persendian tersebut menjadi lebih baik, sehingga gerakan kedua sendi menjadi lancar dan dapat menghindarkan diri dari penyakit persendian, misalnya rematik.
c.       Posisi ruku’
Bila posisi ruku’ dalam sholat dilakukan dengan sempurna, insya Allah akan dapat melonggarkan otot-otot punggung bagian bawah, paha, dan betis. Darah dipompa ke batang tubuh bagian atas. Melonggarkan otot-otot perut, abdomen, dan ginjal. Posisi ini juga akan menambah kepribadian, menimbulkan kebaikan hati dan keselarasan batin.
d.      Posisi i’tidal bangkit dari ruku’
Posisi i’tidal yang sempurna dalam shalat mengakibatkan darah segar bergerak naik ke batang tubuh pada postur sebelumnya kembali ke keadaan semula dengan membawa toksin. Begitu juga pada saat itu, tubuh akan santai kembali dan melepaskan ketegangan.
e.       Posisi sujud
Menurut Saboe, posisi ini dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Menambah elastisitas tulang itu sendiri. Menghilangkan egoisme dan kesombongan. Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Tuhan. Menaikkan stasiun rohani dan menghasilkan energi batin yang tinggi di seluruh tubuh. Postur ini menunjukkan ketundukan dan kerendahan hati yang tertinggi dan ini adalah esensi dari shalat.
f.       Posisi duduk diantara dua sujud
Posisi seperti ini insya Allah akan menghilangkan efek racun pada hati dan merangsang peristaltik pada usus besar.
g.      Posisi tasyahud
Menurut Saboe, sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha dimana di dalamnya terdapat salah satu syaraf pangkal paha yang besar di atas kedua tumit kita. Tumit dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal. Dengan demikian tumit menekan otot-otot pangkal paha serta syaraf pangkal paha dan pijitan tersebut menghindarkan atau menyembuhkan penyakit syaraf pangkal paha (neuralgia) yang terasa sakit, nyeri, dan pegal.
2.      Aspek Kekhusu’an (konsentrasi)
Shalat merupakan proses yang menuntut konsentrasi yang dalam. Bagi setiap muslim dituntut untuk melakukan hal tersebut, yang dalam bahasa Arab disebut khusu’. Kekhusyu’an dalam sholat inilah bila kita teliti secara lebih mendalam mengandung unsur meditasi.
Sebagaimana halnya meditasi, shalat juga mempunyai pengaruh positif baik secara fisik maupun psikologis. Secara psikologis, bila meditasi bisa mengurangi kecemasan, maka shalat yang dilakukan dengan khusyu’ (konsentrasi) dan ikhlas pun, juga dapat mengurangi kecemasan bagi para pelakunya dan mendatangkan ketenangan. Bahkan selain itu, menurut Arif Wibisono Adi, shalat juga akan mampu mempengaruhi pada seluruh sistem yang ada dalam tubuh kita, seperti syaraf, peredaran darah, pernafasan, pencernaan otot-otot, kelenjar, reproduksi, dan lain-lain.
3.      Aspek ucapan/ doa
Di dalam sholat, di samping memerlukan aktivitas fisik (gerak) dan harus dijalankan dengan penuh konsentrasi, shalat juga berisikan serangkaian doa yang telah ditentukan oleh syari’at (agama) islam. Mulai dari takbiratul ikhram sampai salam, orang yang melaksanakan shalat senantiasa mengucapkan pujian-pujian atas kebesaran Allah dan memohon ampun kepada-Nya, serta meminta keselamatan dengan segala kebaikan.
Bila kita simak bacaan-bacaan yang diucapkan dalam sholat, kita akan menemukan doa-doa yang cukup beragam. Selain itu, kita juga akan menemukan bacaan-bacaan dari ayat-ayat suci Al Qur’an, misalnya saja ketika sedang berdiri tegak, di sana bagi para pelaku shalat dianjurkan untuk membaca surat al-fatihah dan dilanjutkan membaca surat-surat (ayat-ayat lain) yang ada dalam Al Qur’an yang dibaca ini, insya Allah bila ditinjau dari ilmu kesehatan juga mempunyai pengaruh atau manfaat bagi penyembuhan sebuah penyakit. Manfaat tersebut, salah satunya menyembuhkan gangguan jiwa.
Dalam buku kuno Cina telah mengungkapkan periode alam semesta dalam 24 jam ini rupanya terjadi beberapa periode. Dalam buku itu terjawab ada hubungan antara manusia dengan alam di sekitar dan ini melalui waktu sholat terbukti bahwa energi alam dengan manusia terjadi sirkulasi yang amat seimbang, makanya Allah SWT menetapkan waktu-waktu sholat itu.
Menurut pendapat ilmuwan China, ada beberapa alasan mengapa sholat harus dilaksanakan sebanyak lima kali dalam sehari :
a.       Ada energi api yang akan keluar pada waktu jam 12.00 siang sampai sore. Energi itu untuk mengobati jantung dan ginjal.
b.       Dalam gerakan sholat ashar adalah siklus dari panas ke dingin sehingga mereka menyebutnya terapi kandung kemih. Secara alamiah gerakan ashar itu ternyata memisahkan zat-zat kimia dalam tubuh kita.
c.        Ada energi air yang keluar pada waktu jam 6 sore setelah terbenamnya matahari. Oleh karena itu, mereka menyebut bahwa maghrib itu cocok untuk menterapi ginjal.
d.       Gerakan isya yaitu setelah mega merah hilang, mereka menyebutnya sebagai terapi yang mengurangi kelebihan energi. Ada energi kayu yang keluar pada waktu jam 11 malam, dia yang menghancurkan racun-racun yang ada di badan kita, dan menurut ilmuwan Cina racun itu membakar kayu untuk membuang racun di otak.
e.        Kemudian jam 2 pagi, otak dibersihkan oleh energi kayu, dan selanjutnya Allah menyediakan dan mengisinya untuk sholat tahajud pada waktu sepertiga malam. Ilmuwan di Jerman, Prof. Dr. Sholeh yaitu seorang guru besar Universitas Airlangga melakukan penelitian. Ia telah membuktikan bahwa sholat tahajud yang teratur dan disiplin akan mencegah kanker, stres dan infeksi. Oleh sebab itu, jika orang melakukannya dengan teratur, maka ia akan memiliki emosi yang positif. Energi udara keluar pada jam 2.
f.        Jam 3 pagi energi logam yang menterapi kita.
g.        Jam 6 pagi melakukan sholat dhuha untuk menterapi pencernaan.





REFERENSI

Aisyah, 2008. Psikoterapi islam melalui do’a dan dzikir. Jurnal. IAIN.
Prabowo, Hendro. Mengembangkan psikologi transpersonal. Jurnal. Universitas Gunadharma.




1 komentar:

  1. ijin nambahin yaa http://www.whooila.com/2011/07/manfaat-gerakan-shalat-dan-wudhu.html#ixzz1kcoB4t55

    BalasHapus

feedback please ...